Kasus Penuh Konspirasi

Setelah gagal paksakan Anas jadi tersangka
Hambalang, biro pendanaan Kongres, suap di
sertfikasi hambalang, kini KPK mau paksakan di Gratifikasi Mobil.. yuhuuuuu😛
Korupsi Hambalang untuk pendanaan kongres
Partai Demokrat sudah terbukti uang suap puluhan Milyar itu dipungut Choel Malarangeng..
CK…CK…CK
Suap di Sertifikasi Hambalang itu akan terbukti bahwa diterima oleh Ignatius Mulyono, Joyo Winoto, Rahmat Yasin cs.
Sekarang KPK didesak dan ditekan untuk
tersangkakan kan Anas dengan tuduhan
Gratifikasi Mobil Harier yang harganya 700 juta dan disebut Nazar dari Adhi Karya..
Mari kita telaah dan analisa soal Tuduhan
Gratifikasi Mobil Harier dari Adhi Karya ke Anas seperti yang difitnahkan Nazar itu.
PT Adhi Karya tidak mungkin menyuap anas untuk menangkan proyek Hambalang. Kenapa ? Yang menentukan pemenang tender 100% adalah Menpora.
Pada saat proses penganggaran dan lelang
Hambalang, Menpora Andi Malarangeng adalah Rival atau musuh Anas dalam kongres Partai Demokrat.
Bukti-bukti dan fakta-fakta mengenai
keterlibatan Choel Malarangeng dalam mengatur siapa pemenang proyek Hambalang sudah banyak diberitakan dan akan terus muncul. Sesuai hasil gelar perkara dan pemaparan semua bukti-bukti korupsi Hambalang, tidak ada sama
sekali disebut nama Anas.
Too remote – Terlalu jauh..
Proyek Hambalang itu adalah 100% domain,
tanggung jawab dan kewenangan Menpora Andi Malarangeng dengan Choel Malarangeng ( Malarangeng Gang ) adiknya sebagai operator utama Lalu kenapa nama anas terus disebut oleh Nazar setiap kali isu isu Hambalang muncul ? Ini by design. By scenario.
Untuk beri pemahaman agar obyektif dan tak
salah langkah dalam membidik musuh bersama, kita bahas lagi satu per satu fakta-fakta pembentukan opini palsu terkait Anas dan korupsi Hambalang Berawal dari Rosa dan Wafid ditangkap dalam kasus wisma atlet. Menpora Andi , Choel, Nezar dan orang-orang terdekat Andi Malarangeng rapat malam itu juga Andi Malarangeng cs sadar bahwa penangkapan Rosa dan Wafid Muharam (sesmenpora) itu akan ungkap semua korupsi-korupsi di Kemenpora termasuk Hambalang.
Hasil rapat rahasia Andi Malarangeng cs pada malam hari saat Rosa dan Wafid ditangkap KPK itu menghasilkan beberapa rencana aksi untuk selamatkan Andi Malarangeng cs.
Hasil rapat rahasia Andi Malarangeng cs itu
diantaranya mendekati Rosa dan Wafid
Muharam secepatnya agar pelaku-pelaku korupsi Wisma atlet dapat dilokalisir.. suuiitt.. suuitt Wafid dan Rosa diusahakan agar dapat dibungkam dan diamankan dengan segala cara. Jangan pernah menyebut nama Andi, Choel dan orang-orang dekatnya..
Wafid dan Rosa juga diminta untuk jangan pernahbuka kasus-kasus korupsi lain di Kemenpora. Kompensasinya ? Mereka diusahakan dapat vonis ringan.
Sumber Kami pernah berkunjung temui Wafid
Muharam yang ditahan di LP cipinang. Dengan cara khusus akhirnya kami dapat info lengkap tentang korupsi Hambalang.
Info dari wafid , dari sejumlah pelaku dan internal KPK itulah yang membuat sumber kami dari awal berteriak tentang siapa otak pelaku korupsi Hambalang.
Ketika semua media kompak beritakan Anas
sebagai pelaku korupsi Hambalang, hanya segelintir, termasuk sumber kami, yang tegaskan bahwa berita itu salah.
Sumber Kami dari awal sudah sampaikan bahwa otak pelaku Hambalang ini adalah menpora Andi dan Choel Malarangeng. Bahkan patut diduga ada aliran dana ke cikeas.
Tetapi, sesuai dengan kemampuan analisa dan
pemahaman publik kita yang masih rendah,
mayoritas mudah terperdaya berita media-media bayaran.
Kembali ke Andi Malarangeng cs. Hasil rapat
malam di Kantor Kemenpora itu juga tentang
rencana aksi membungkam Nazar tentang
keterlibatan Andi dan choel cs.
Nazar dijanjikan akan dilindungi dan hanya
divonis ringan jika mau berkerjasama jalankan agenda busuk pengalihan isu Andi Malarangeng cs itu.
Awalnya Nazar tidak mau bekerjasama jika
tawaran perlindungan dan janji-janji itu hanya datang dari Andi Malarangeng. Dia mau minta garansi langsung SBY.
Andi Malarangeng dan Choel Malarangeng lobi cikeas. Minta garansi SBY sesuai dengan tuntutan Nazar itu. Sebagai syarat Nazar mau jalankan skenario Cikeas atau Andi Malarangeng.
usaha Andi dan Choel cs ini berhasil. Dianggap
sejalan dengan skenario hancurkan Anas, juga
adanya dugaan Ibas terima aliran dana.
Wajar saja Ibas patut dicurigai terima aliran dana suap Hambalang dari Choel Malarangeng Hubungan Andi Malarangeng, Choel dan Ibas sangat istimewa.
Setelah berhasil dapatkan restu SBY, Choel
Malarangeng berangkat menyusul Nazar ke
Singapore. Alibinya : “Choel sedang sakit jantung”. Dengan dalih Choel Malarangeng “menderita sakit jantung serius” , Choel berangkat ke Singapore untuk jumpai Nazar sambil sodorkan draft skenario. Aneh atau hebatnya, TIDAK ADA satu pun media yang beritakan sakit jantungnya Choel itu. Semua media pura-pura TOLOL. Sudah jilat pantat Andi cs.
Tidak ada satu pun pengamat, politisi, aktivis yang mempertanyakan atau menyelidiki kebenaran alibi Choel itu. Kenapa? Hmmmm…
Point-point penting skenario rencana aksi yang disodorkan pada Nazar adalah.
1. Nazar diminta untuk lemparkan semua tuduhan pelaku korupsi ke Anas.
2. Nazar diminta untuk terus menerus sebutkan nama Anas sebagai pihak penerima suap dan otak korupsi Hambalang.
Untuk memperkuat tuduhan palsu itu sekaligus
hindarkan kecurigaan, Nazar diminta sebutkan nama Andi Malarangeng, Ibas dan Ani Yudhoyono sekali.
Plus, Nazar diminta untuk bongkar kasus korupsi Angie, Mirwan Amir dan elit-elit Partai Demokrat lainnya yang dianggap bukan faksi SBY / Andi M /Marzuki.
Jadi, semua fitnah yang diteriakan Nazar dari
Singapore atau dari tempat pelariannya itu adalah atas order Choel Malaranegng sesuai skenario yang disusun Sementara itu, Choel, Andi dan Rizal Malarangeng menggarap banyak media ( Koran, TV, Majalah dll)
untuk dukung skenario yang sedang mereka
jalankan itu Choel dan Rizal Malarangeng adalah termasuk pendiri Vivanews milik Aburizal Bakrie ketua Golkar. Jaringan Vivanews grup juga dipakai untuk
bangun opini Untuk media-media besar lainnya ada peran beberapa wartawan senior. Mereka yang lobi dan suap puluhan media itu untuk dukung buat opini palsu Puluhan milyar uang dikeluarkan Andi Malarangeng cs untuk bentuk media palsu di media-media. Ada yang suap langsung ke pemred- pemred atau wartawan media tersebut Plus juga puluhan Milyar lagi uang negara di Kemenpora yang digunakan untuk pasang iklan Kemenpora yang sebenarnya hanya kedok suap ke sejumlah media Contoh atau bukti nyatanya adalah dalam bentuk kerjasama iklan besar-besaran dari kemenpora.
Seperti “kerjasama iklan kemenpora dengan
TEMPO” Majalah TEMPO saking nafsunya mau terima uang “Iklan” belasan milyar itu sampai-sampai pernah muat berita dalam Laporan Utama TEMPO yang
100% orderan Andi Judul Laporan Utama TEMPO itu kalau tidak salah : “Saldo Demokrat di Hambalang” atau berita-berita fitnah ke Anas yang sama sekali
tidak Cover Bothside Bahan untuk dijadikan pemberitaan di media- media bayaran itu semuanya berasal dari keterangan Nazar dan info-info yang siapkan oleh Andi Malarangeng cs Termasuk peranan Iwan Piliang melalui telewawancaranya dengan Nazar selama buron. Itu by design yang digarap oleh Nasir kakak kandung Nazar Skenario busuk Cikeas, Andi Malarangeng cs untuk Nazar dengan menjadikan Anas sebagai target fitnah adalah sejalan dengan ketidaksukaan Cikeas terhadap Anas Sebelum kasus korupsi wisma atlet dan hambalang terbongkar, Anas sudah dikebiri habis-habisan kewenangannnya oleh SBY melalui pembentukan MTP Partai Demokrat.
SBY, Ani Yudhoyono atau keluarga Cikeas menaruh dendam terhadap Anas yang dinilai mereka membangkang dan gagalkan Andi Malarangeng, jagoan Cikeas, jadi ketum Partai Demokrat.
Ketika kasus wisma atlet dan Hambalang meledak, cikeas merasa punnya amunisi tambahan untuk jatuhkan Anas.
Buronnya Nazar ke Singapore, lambannya perintah SBY tangkap dia. SBY minta kapolri tangkap Nazar di Singapore sehari setelah Nazar disuruh Kabur Penangkapan terhadap Nazar di Kolumbia itu pun bukan by accident. Semua sudah diatur rapi. Bagian dari skenario Cikeas dan Andi Malarangeng cs tadi Mau buktinya ? Gampang ! Neneng istri Nazar yang juga buronan KPK / interpol meski ikut
tertangkap disengaja “dilepas” Neneng dan anaknya “digiring” ke kuala lumpur.
Disana disandera untuk menjamin atau sebagai garansi agar Nazar patuh dan taat jalankan skenario Masih ingatkah anda tentang teriakan Nazar :
“Pak SBY tolong jangan ganggu anak istri saya ?” jangan lupakan begitu saja. Ini bukti
Masih ingatkan anda surat Nazar ke SBY yang dijawab SBY super cepat ? Tidak sampai 24 jam langsung balas surat SBY ! Ini bukti
Kenapa SBY terlihat takut dan panik atas
teriakan Nazar dan suratnya yang minta anak istrinya jangan diganggu? Ini bukti lagi
Mereka takut Nazar buka suara bahwa semua yang dilakukannya atau yang disampaikannnya selama buron tersebut adalah perintah Choel. Sesuai skenario
Mau Buktinya lagi? Neneng dan anaknya baru dibebaskan dan kembali ke Jakarta bahkan bisa masuk rumahnya setelah Nazar di vonis Lalu info kepulangan Neneng ke Jakarta itu dibocorkan ke KPK.
KPK tangkap Neneng, dapat ditangkap darimana ? Padahal itu hadiah atau bonus dari istana.. waow..!
apik tenan iki Drama nya.. hehehe😛
Setelah Nazar divonis ringan, hanya 4 tahun 10 bulan dari yang seharusnya dituntut dan dihukum 20 tahun penjara, barulah Neneng dibebaskan Maksudnya Neneng dibebaskan dari penyanderaan setelah selama ini digunakan untuk menekan dan
memaksa Nazar untuk memfitnah Anas
Misi Nazar Has Accomplished. Selesai. Tapi tidak sukses 100%. Anas memang hancur namanya karena fitnah-fitnah Nazar itu. Namun belum juga jadi tersangka.
Nazar, Cikeas, Choel cs dan media-media dan
pengamat-pengamat bayaran termasuk lawyer- lawyer yang terlibat dalam kasus Hambalang ini sukses membunuh karakter Anas. Akibat fitnah keji terhadap Anas yang dibangun sistematis dan biaya besar itu, publik jadi benci terhadap Anas. Trial By The Press sukses besar..!
Akibat fitnah kejam Nazar cs terhadap Anas yang dibantu oleh media-media bayaran itu, Anas sudah divonis bersalah dan dijuluki “Koruptor Hambalang”.
Meski lawyer Nazar Hotman Paris Hutapea pernah katakan bahwa anas tidak bersalah dan Anas pernah bersumpah, publik tetap tidak percaya Publik juga membuta ketika KPK sampaikan fakta bahwa Anas tidak terlibat di Hambalang. Semua menekan KPK. Termasuk Samad menekan penyidik KPK.
Penyidik KPK yang sempat curhat ke sumber info ini, menyebutkan sedikitnya 4 kali samad bolak balik nyuruh penyidik untuk temukan bukti korupsi Anas
Samad yang ditekan habis dan ditargetkan untukjadikan Anas sebagai tersangka oleh istana itumarah besar ketika penyidik-penyidik simpulkan bahwa bukti tidak ada
Akhirnya penyidik-penyidik KPK tersebut tidak
tahan juga dengan tekanan-tekanan samad itu dan balik marah pada Samad yang selaku ketua KPK sudah jadi boneka istana !
Seorang penyidik KPK bahkan pernah hardik
Samad : “Pak Ketua, KPK ini lembaga hukum,
jangan anda jerumuskan jadi lembaga politik !”
Kami tahu perilaku menyimpang Samad dari
internal KPK sendiri. Sampai meledak kasus
pengepungan ruang kerja Samad oleh penyidik- penyidik KPK Kembali ke Andi Malarangeng cs yang telah sukses
besar alihkan dosa-dosa korupsi mereka ke Anas via fitnah yang sistematis dan terukur.
KPK masih diberi keberanian untuk melawan arus opini sesat dan bekerja sesuai fakta hukum di kasus korupsi Hambalang
Andi Malarangeng akhirnya di tetapkan sebagai tersangka, Choel akan menyusul. Semoga yang lain-lain termasuk pencucian uang mereka yang libatkan Sandi Uno juga diproses KPK KPK sudah menyimpulkan via Bambang Widjajanto bahwa Anas tidak terlibat di korupsi Hambalang
dan sertifikasi Hambalang. Tapi anehnya, nasib Anas masih digantung” KPK dengan menyebutkan bahwa tuduhan gratifikasi
mobil Harier dari Adhi Karya sedang diusut.
Padahal KPK tahu persis sejak dulu bahwa mobil Harier itu tidak ada kaitanya dengan gratifikasi Adhi Karya. Penyidik pun sudah simpulkan demikian.
Mobil Harier Anas itu memang awalnya adalah Gratifikasi Adhi Karya ke Nazarudddin.
Ketika Anas mencari pengganti Mobil Camry nya yang pinjaman dan sudah tua itu, Nazar tawarkan Mobil Hariernya dipakai oleh Anas
Anas tidak mau menerima pemberian mobil dari Nazar itu. Dia ajukan pembelian dengan cara mencicil. Pembayaran lunas 3 tahap pembayaran Harga mobil itu 700 atau 750 juta dan dicicil 3 kali oleh Anas. Sesuai info penyidik KPK, kwitansi pembayaran ditandatangani oleh Nazar.
Jadi sebenarnya tidak ada Gratifikasi mobil dari Adhi Karya ke Anas. Sebenarnya Anas clear dan clean dalam kasus korupsi Hambalang Jika kita, rakyat ini mau jernih dan adil, coba tanyakan ke KPK, untuk apa repot setengah mati hanya untuk usut suap 700 juta? Anehkan?
Apakah KPK sudah kurang kerjaan? Sampai-
sampai jungkir balik mau buktikan Anas terima suap mobil padahal semua fakta dan buktinya tidak ada ?
Jika rakyat Indonesia mau sedikit gunakan akal sehatnya, akan sangat jelas terang benderang : tuduhan gratifikasi pada anas itu sangat POLITIS Tapi itulah dahsyatnya fitnah. Lebih kejam dari pada pemerkosaan.., Ups! Pembunuhan..
Anas dibunuh karakter, pribadi dan citranya oleh Nazar cs demi tujuan politik
Lalu, kenapa KPK “menggantung” kasus
gratififikasi mobil yang dituduhkan ke Anas ini? Tak lebih ini pesanan istana. Anas harus terus disandera. Sudah 2 tahun operasi penghancuran/penjatuhan anas dari posisi ketum Partai Demokrat dilancarkan. USD 60 juta plus puluhan milyar rupiah sudah dihabiskan Bahkan sesumbar banyak musuh-musuh Anas yang dari 2 tahun lalu bilang Anas akan jadi tersangka dan jatuh, sampai detik ini belum terwujud.. kurasa
Tuhan Maha Adil.. khusus dalam hal ini untuk
tunjukkan kebusukan SBY cs !
Anas harus tetap disandera oleh KPK, untuk
memberi waktu yang sudah mepet bagi SBY cs via Panca Menteri Gila untuk lengserkan Anas
Cikeas, Istana, Andi Malarangeng cs dan semua musuh-musuh Anas di Partai Demokrat hanya punya waktu sedikit lagi untuk bisa jatuhkan Anas.
Now or Never sama sekali !
Atas dasar perintah SBY yang disampaikan via Ibas ke Jero Watjik, kelima menteri loyalis SBY itu diminta serentak minta SBY turun tangan. Permintaan Panca Menteri Gila itu sebenarnya adalah sesuai arahan SBY sendiri. Momentumnya adalah Penangkapan Presiden PKS oleh KPK. Tapi, Anas kali ini tidak diam seperti biasanya. Dia balas dengan juluki kelima menteri SBY itu sebagai SENGKUNI. Para pengkhianat dan penjilat Serangan balik Anas untuk lawan penjatuhan dirinya sebagai ketum Partai Demokrat itu terlalu lembut. Harusnya Anas buka satu persatu kasus
korupsi cikeas Kasus Pajak, IT KPU, Petral, Mafia Pajak, Aliran Dana Century, Aliran Dana Korupsi PRJ oleh Hartati, dll..banyak yang bisa dijadikan sebagai senjata..!
Namun Anas ini terlalu lembut dan santun sebagai politisi. Mungkin dia patuh pada nasihat para kyai yang minta Anas lawan kezaliman dengan doa..
Hmmmm…
KPK kelihatan sudah jelas pesannya ke Istana. Jika mau jatuhkan melalui opini, ya silahkan saja. Tapi KPK tidak akan mau dijadikan alat
Semua prahara, kacau balau, kemelut, konflik
BUKAN disebabkan oleh Anas. Tapi oleh para
SENGKUNI.. Capek juga ternyata di kibuli media dan opini sesat menyesatkan.
Capek juga lihat Anas diam saja.. Phuh…
Sesekali ingin mendengar atau melihat Anas
melawan dan balik memberikan saksi tegas kepada para SENGKUNI, termasuk pada SBY jika perlu.. Ditunggu Gebrakannya Untuk Menggulung SBY cs
Jika Perlu Bersama-sama..
M E R D E S A !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s